Sabtu, 05 Januari 2008

semesta demo

mendung bergelayut di kaki-kaki cakrawala
rembulan menangis
angin menjerit
orang-orang berteriak
banjir!

kamu ketika itu

Seorang teman mengirimi saya email yang "menganggu" kenyamanan saya. Isinya seperti di bawah ini, saya menyampaikan ini karena dia berpesan untuk menyampaikan emailnya ke banyak orang. Saya mohon maaf jika hal itu menganggu kenyamanan.

Apa kabar? kudengar kamu kini telah "bekerja". Aku tidak kaget, tetapi aku ingat kalau dulu kamu bilang tidak ingin bekerja. Ketika itu kamu bilang ingin berjuang. Tetapi itu tidak masalah bukan, bekerja bisa juga berjuang, atau berjuang bisa berarti bekerja. Namun demikian, jika kamu bekerja hanya untuk sekedar mencari uang, lupakan bahwa kita pernah berteman. Jika kamu tetap berada di situ tanpa membawa sebuah kebaikan, maafkan aku jika aku tak akan pernah mempercayai apapun yang keluar dari mulutmu. Aku masih ingat kata-katamu di kelas ketika itu. Kala itu, bersama seorang dosen yang rambutnya sudah memutih, kita berdiskusi tentang perubahan social. Harus kuakui ketika itu aku sangat kagum kepadamu. Seandainya kamu mau, aku rela kau jadikan pacar yang kedua, ketiga, atau keempat. Aku bahkan rela menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu.

Ketika itu, kamu menunjukkan padaku bagaimana seharusnya seorang laki-laki berpikir dan mengambil sikap. Jika Negara ini memiliki seratus orang saja seperti kamu, dan tetap teguh bersikap dan berpikir seperti kamu ketika itu, maka bangsa ini sungguh kuat. Barangkali memang itu terlalu berlebihan, tetapi ketika aku melihat kondisi bangsa ini, propinsi ini, kota ini, kecamatan ini, kampung ini, dan yang paling kecil di komunitas keluarga, maka kehadiran orang-orang seperti kamu sungguh diperlukan.


Tetapi itu kamu dulu. Aku tidak tahu kini kamu seperti apa, yang kudengar sedikit demi sedikit kamu mulai belajar menjilat ludahmu yang telah tumpah ke tanah. Hidup memang tidak hitam putih, tetapi abu-abu bukanlah warna favorit kita, itu yang kamu ucapkan dulu, ketika itu, ketika aku sungguh tergoda dengan hanya mendengar suaramu. Kamu sunguh perkasa ketika itu.

jika kamu tidak keberatan tolong sampaikan email ini ke teman-teman yang dulu katanya ingin berjuang.

salam
wr

Kamis, 03 Januari 2008

Resolusi tahun baru

kawanku,
bisakah kita berhenti menyalahkan orang lain
bisakah kita berhenti membanggakan diri kita sendiri

kawanku,
bisakah kita berbicara dengan ketulusan
bisakah kita saling menatap dengan penuh cinta

kawanku,
bisakah kita hentikan permusuhan-permusuhan ini

bisakah semua itu kita awali hari ini?

Selasa, 25 Desember 2007

Prasangka itu

apakah bedanya prasangka dengan fitnah, kemudian jika karena hal itu hidup seseorang berubah menjadi tragedi, adakah sesuatu yang bisa menebusnya.

jika prasangka sedemikian jahatnya, mengapa kita membiarkannya hadir di rumah kita, ia menganggu kehidupan kita, ia menghilangkan cinta diantara kita.